Kasus Eiger Dalam Public Relations

 


 
APA ITU EIGER?

    Eiger atau PT Eigerindo Multi Produk Industri adalah perusahaan dan merek yang berasal dari Indonesia, yang memproduksi brand peralatan kegiatan outdoor. Perusahaan ini memproduksi untuk kegiatan mendaki gunung, berkemah, dll.


BACKGROUND OF ISSUE

·         Pendahuluan

    Kebutuhan dalam menggunakan media sosial kini tak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Kini banyak influencer media sosial memainkan peran sebagai penerus informasi suatu produk kepada masyarakat luas melalui berbagai platform media social, tak terkecuali media sosial Youtube yang menjadi pilihan ideal dalam membuat video berdurasi panjang dan praktis.

    Dalam membuat konten di media sosial, para influencer setidaknya mempertimbangkan beberapa hal terkait konten yang akan mereka buat dan publikasikan, seperti dari segi keuntungan atau profit adsense yang akan didapat, engagement dengan para followers atau subscriber serta untuk menarik perhatian mitra atau brand pada channel sosial media.


Awal Mula Permasalahannya 

    Pada awalnya seorang youtuber yang bernama Dian widiyanarko mereview sebuah Produk dari Brand Eiger dengan inisiatif memakai uang sendiri tanpa endors atau adanya bayaran apapun dari brand tersebut.

    Pada tanggal 29 Januari menjadi awal mula kemunculan isu surat keberatan yang diterima oleh konten Youtuber Duniadian dari brand Eiger, surat keberatan yang Ia terima sebelumnya juga pernah didapatkan oleh beberapa Youtuber lain yang berisi visualisasi dari postingan konten review produk kacamata yang di terima kurang bagus dan pihak Eiger meminta untuk diperbaiki dan diunggah kembali. Hal inilah yang membuat youtuber Duniadian merasa geram dan membagikan postingannya ke twitter dan instagram. Pasca postingan tersebut ramai, mayoritas pengguna media sosial yang terpapar informasi tersebut pun mendukung aksi youtuber Duniadian dengan menyerbu beberapa postingan Eiger di Instagram dan Twitter dengan menulis komentar yang berisi sindiran dan kecaman kepada pihak Eiger.

Dian Widiyanarko, melalui akun Twitter @duniadian, mengunggah foto yang menunjukkan surat keberatan dari pihak Eiger. Berikut tiga poin isi surat keberatan tersebut:

1.    Kualitas video review produk yang kurang bagus dari segi pengambilan video yang menyebabkan produk kami terlihat berbeda baik dari segi warna, bahan dan aksesoris menjadi terlihat kurang jelas.

2.    Adanya suara di luar video utama yang dapat mengganggu sehingga informasi tidak jelas bagi konsumen.

3.    Setting lokasi yang kurang proper bagi pengambilan gambar.


Setelah menerima Surat keberatan dari Eiger terkait Postingan konten review produk milik Youtuber Duniadian ini telah menyebar ke berbagai platform media sosial dengan cepat dan tak terbatas, yang menimbulkan berbagai macam reaksi negative dari netizen.


 Beragam reaksi dari netizen menunjukkan situasi semakin tidak baik bagi pihak Eiger, Hal inilah yang memicu terjadinya krisis dan dapat mengakibatkan reputasi yang buruk bagi Wiger jika tidak segera ditangani.

Melalui media sosial Twitter dan Instagram, Eiger melakukan komunikasi dua arah untuk meredam isu yang menerpa, yaitu dengan memberi feedback baik kepada youtuber Duniadian dan juga beberapa komentar pengguna media sosial.

fungsi public relation yang bertujuan untuk membangun hubungan harmonis antara publik dengan perusahaan dan dapat mempersuasi untuk merubah sikap masyarakat, dalam hal ini sikap negatif menjadi positif dalam bentuk dukungan dari isu perusahaan yang sedang terjadi sehingga diharapkan mampu mengembalikan citra positif.


STRATEGI PUBLIC RELATION YANG HARUS DILAKUKAN

1.    Feedback Permintaan maaf

mengakui isu tersebut memang betul dilakukan oleh pihak Eiger secara sigap, hal ini memberikan kesan bahwa pihaknya bertanggung jawab dan menunjukan itikad untuk meredam isu yang sedang berkembang di masyarakat. 

2.    Melakukan Follow up

Dengan melakukan follow up isu tersebut merupakan tidakan pencegahan yang dapat dilakukan oleh pihak Eiger agar tidak menjadi krisis berkepanjangan

3.    Brand harus merangkul content creator

Jika brand mendukung content creator maka mereka akan memberikan feedback terhadap produk yang sedang di review akan berkesan positif.

4.    Memposting surat resmi sebagai bentuk permintaan maaf kepada pubik.

pihak Eiger melayangkan surat terbuka dalam bentuk konten di Instagram yang berisi permintaan maaf kepada publik dan ucapan terimakasih terhadap sentimen negatif yang banyak diterimanya sebagai peringatan untuk memperbaiki sisi komunikasi kepada publik. 

5.    Melakukan Klarifikasi secara langsung oleh CEO Perusahaan

Strategi yang dilakukan public relation adalah melakukan klarifikasi secara langsung oleh CEO Eiger dalam bentuk video yang di upload ke media sosial resmi @eigerdventure dan seluruh media sosial Eiger di cabang wilayah. Dibantu dengan interaksi pada media relation, ini meliputi jurnalis, reporter, dan repost media sosial lainnya.




6.    Memberikan Discount dan Giveaway

Strategi yang diberikan Public Relation adalah memberikan discount dan giveaway. Hal tersebut bertujuan untuk menarik perhatian dan minat public terhadap Eiger.


EVALUASI

Selanjutnya pihak Eiger melakukan evaluasi pada isu yang sedang terjadi, bahwa kesalahan dalam publikasi surat keberatan Eiger kepada Youtuber disebabkan oleh perintah dari CEO Eiger, Ronny Lukito untuk mengirimkan surat keberatan atas visualisasi konten beberapa Youtuber yang kurang bagus. Di sisi lain, pihak Public Relations Eiger sudah memberikan saran dan peringatan akan efek negatif dari aktivitas tersebut, namun tidak dihiraukan oleh Ronny Lukito, sedangkan dalam surat keberatan tersebut bukan ditanda tangani oleh CEO secara langsung, namun ditandatangani oleh General Manager Legal dan HCCA, Hendra. Sehingga, sentimen negatif yang muncul juga terfokus pada Hendra yang terkesan secara langsung bertanda tangan dan seksligus mengadakan surat keberatan tersebut.

Kemudian pihak eiger perlu mengawasi konten yang menyangkut brand tersebut. bukan untuk diserang, tetapi harus mencoba memahami pendapat pubik tentang brand tersebut, dan belajar dari feedback yang diberikan serta jadikan landasan untuk terus meningkatkan kualitas produk tersebut (Eiger).

Langkah selanjutnya yaitu dengan memberikan konten creator akses ekslusif. Berikan mereka akses khusus secara resmi untuk menikmati produk sebelum launching ke public, sehingga mereka bisa membangun hype sebelum tanggal rilis sesungguhnya.




Share:

0 comments